HEADLINE NEWS

Minggu, 19 Juni 2011

KPK Belum Punya Ramuan Khusus untuk Paksa Nazaruddin

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga saat ini belum menemukan ramuan khusus untuk bisa menghadirkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazaruddin, sebagai saksi dalam kasus suap Sesmenpora.

Pasalnya, para komisioner hingga kini belum membicarakan strategi yang akan dipakai untuk memeriksa Nazaruddin. "Belum, belum dibahas," ujar Wakil Ketua KPK, Haryono Umar, ketika dihubungi, Sabtu (18/6).

Dia mengatakan, terhambatnya pembahasan lantaran beberapa pimpinan KPK sedang tak berada di markas hari-hari terakhir ini. Sedangkan untuk mengambil sebuah keputusan atau kebijakan di KPK, tim penyidik harus merembukkannya dengan para pimpinan. "Pimpinan KPK kan belum lengkap," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK M Jasin yang dihubungi terpisah, memastikan jika pemanggilan paksa akan dilakukan pada pekan depan. "Minggu depan kita akan mengupayakan pemanggilan paksa," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, KPK memastikan Nazaruddin kembali mangkir tanpa pemberitahuan dari panggilan pemeriksaan, Kamis (16/6). Ini adalah kali kedua Nazaruddin mangkir untuk memberikan keterangan sebagai saksi dalam kasus suap Sesmenpora.
Selengkapnya...

Sambangi Rusia, Hatta Gaet Investasi US$ 6 Miliar

Jakarta: Menko Perekonomian M. Hatta Rajasa mendatangi Rusia untuk menghadiri St.Petersburg International Economic Forum pada tanggal 16-17 Juni 2011. Di sana Hatta mendapat komitmen investasi US$ 6 miliar.

Demikian disampaikan oleh Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Amir Sambodo, Sabtu (18/6/2011).

"Menko Perekonomian M.Hatta Rajasa bertemu dengan pengusaha pengusaha Rusia yang berminat berinvestasi di Indonesia, antara lain di sektor pertambangan dan Nickel smelter dengan rencana investasi mencapai US$ 6 miliar," tuturnya.

Selain itu juga dijajaki kerjasama di sektor pangan. Terdiri dari pengadaan gandum dan terigu, teknologi di sektor perminyakan, dan infrastruktur kereta api.

Pemerintah Rusia mengajak kerjasama Indonesia mengembangkan kerjasama ekonomi dan investasi berbasis inovasi melalui pengembangan sains dan teknologi.

"Kedua belah pihak sepakat untuk untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut di tingkat Menteri," kata Amir.

Amir mengatakan, Hatta diundang oleh pemerintah Rusia menghadiri St.Petersburg International Economic Forum pada tanggal 16-17 Juni 2011. Hatta akan menyampaikan presentasi tentang Asia Pacific Economic Cooperation (APEC): The Evaluation and Continuation of A Substantial Agenda.

Dalam APEC rountable discussion diselenggarakan sebagai persiapan Russia menjadi Chairmanship APEC tahun 2012.

"Dalam roundtable tersebut dibahas perkembangan kemajuan kerjasama APEC yang pada tahun ini dipegang USA, termasuk prioritas kerjasama APEC yg dipilih untuk 2011 yaitu memperkuat integrasi ekonomi regional dan perluasan perdagangan, mengedepankan pertumbuhan yang ramah lingkungan (green growth), memperkuat kerjasama di bidang peraturan dan sinkronisasi peraturan," jelas Amir.

Perwakilan dari Jepang menyampaikan pengalaman Jepang sebagai tuan rumah APEC 2010 bahwa agenda yang dibahas dalam kerjasama APEC adalah adanya kontinyuitas dan evolusi, tidak mengikat, dan sifatnya lintas sektor (cross cutting issues).

"Indonesia sebagai tuan rumah APEC 2013 akan menjalin hubungan yang dekat dengan Russia agar agenda dan prioritas APEC dijaga kontinyuitasnya," tukas Amir.
Selengkapnya...

Jamu Kini Masuk Rumah Sakit

Bandung: Obat-obatan tradisional yakni jamu kini sudah masuk rumah sakit. Padahal selama ini pengobatan modern dan tradisional ibarat minyak dan air, sulit disatukan.

"Saat ini, sekitar 12 rumah sakit dan 62 Puskesmas di Indonesia telah melakukan program scientifikasi jamu. Sedangkan untuk jumlah dokter yang terlibat sekitar 30 dokter," ujar Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedianingsih usai membuka acara Asian Association of School of Pharmacy (AASP) Conference V di Aula Barat ITB, Jalan Ganeca Kota Bandung, Jum'at (17/6/2011).

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memang mulai mengembangkan pemberian obat-obat herbal, seperti jamu di beberapa rumah sakit dan puskesmas di Indonesia. Menurut Menkes, program scientifikasi (kajian ilmiah) jamu sudah dilakukan sejak 2010 lalu.

Saat ini, program scientifikasi jamu masih dalam tahap pengumpulan data ilmiah terkait dengan khasiatnya. Hal tersebut dilakukan untuk pembuktian jamu sebagai salah satu cara dalam pengobatan.

"Selama ini jamu merupakan warisan nenek moyang dalam pengobatan dan memiliki khasiat yang baik. Dan untuk bisa terintegrasi sebagai obat di pelayanan kesehatan baik di rumah sakit maupun puskesmas harus didukung data ilmiah," tambahnya.

Lebih lanjut, dengan program scientifikasi jamu beberapa keuntungan bisa diraih, di antaranya menurunkan tingkat ketergantungan terhadap obat luar yang bahannya harus impor. Scientifikasi jamu juga diharapkan mampu membuka peluang bisnis baru bagi masyarakat Indonesia yang memiliki potensi tanaman obat yang melimpah.

"Dengan program ini diharapkan ke depan, jamu bisa digunakan sebagai obat yang legal untuk digunakan tidak hanya di Indonesia tapi di luar negeri," tandasnya.
Selengkapnya...